Para punggawa tim Kalimantan Timur (Kaltim) merayakan sukses merebut
medali emas cabang sepak bola Pekan Olahraga Nasional XVIII/2012 setelah
menumbangkan tim Sumatera Utara (Sumut) 1-0 di Stadion Kaharuddin
Nasution, Rumbai, Riau, tadi malam.
RUMBAI – Sejarah tercipta di
Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai,Riau, tadi malam.Tim Kalimantan
Timur (Kaltim) untuk kali pertama merasakan medali emas cabang sepak
bola Pekan Olahraga Nasional (PON) setelah menumbangkan tim Sumatera
Utara (Sumut) 1-0. Final sepak bola PON XVIII/ 2012 yang ditayangkan
langsung oleh GlobalTV dari Stadion Kaharuddin Nasution itu berlangsung
alot.
Pertandingan harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu
setelah kedua tim bermain imbang 0-0. Loudry Mailana tampil sebagai
pahlawan bagi Kaltim ketika tendangan kerasnya pada menit ke-103 menjadi
garansi dikalungkannya medali emas bagi punggawa Kaltim. Sukses
menggondol medali emas menjadi pemupus dahaga prestasi Kaltim di cabang
sepak bola PON. Sebelumnya, dalam 18 kali keterlibatan pada ajang
multievent empat tahunan tersebut, baru tahun ini bisa menembus partai
puncak.
Ketika menjadi tuan rumah PON empat tahun silam, Kaltim
tak mampu merebut tempat terbaik. “Target sebelumnya hanya perak.Tapi
seiring perjalanan waktu diubah menjadi emas dan akhirnya emas itu bisa
kami raih,” papar Pelatih Kaltim Rudy Keltjees selepas laga. “Tim ini
kami siapkan selama satu tahun. Hasilnya bisa kita lihat.Meski main
tujuh kali dalam dua minggu,anak-anak terlihat siap,”imbuh Rudy.
Pemandangan
kontras terlihat di kubu Sumut.Armada Rudi Saari begitu terpukul gagal
membawa pulang medali emas. Padahal,masyarakat Sumut sudah 23 tahun
tidak melihat timnya berjaya di ajang terakbar di Tanah Air ini.Terakhir
Sumut meraih tempat tertinggi saat PON XII/1989 di Jakarta. Sejak
kick-off, Kaltim memang lebih mendominasi permainan. Pada menit keenam,
untuk pertama kali Kaltim mengancam gawang Sumut. Sayang bola yang
berasal dari tendangan bebas tersebut gagal dimaksimalkan Lerby
Eliandri. Menjelang pertengahan babak pertama,Sumut mulai bisa keluar
dari tekanan Kaltim.
Aliran bola untuk duet Zulkifli dan Safri
Koto mulai lancar. Bahkan, agresi Sumut di pertahanan Kaltim membuat
lini belakang pasukan Rudy Keltjees kehilangan konsentrasi. Pemain depan
Sumut leluasa berada di kotak terlarang tanpa pengawalan berarti. Pada
menit ke-28, Aidun Sastra nyaris membawa Sumut unggul. Sial, sepakannya
melebar ke sisi kiri gawang Dwi Yuda Putra. Selepas turun minum, Kaltim
kembali mengendalikan irama permainan.
Berawal dari serangan
balik,Lerby Eliandri lagi-lagi mendapatkan peluang emas. Namun,
penyelesaian yang tergesa-gesa membuat bola melebar ke sisi kiri gawang
Ahmad Fauzi. Hingga menit ke-90,kedudukan masih tetap 0-0. Pada babak
pertama perpanjangan waktu,Kaltim terus mempertontonkan dominasinya.
Kaltim yang mengandalkan serangan dengan kecepatan dan tendangan jarak
jauh berbuah manis.Tendangan keras Loudry Mailana pada menit ke-103
gagal dihadang Ahmad Fauzi. Tertinggal, Sumut berambisi mengejar
kedudukan. Namun seluruh upaya pemain Sumut sia-sia. Hingga peluit
panjang dibunyikan,skor tetap 1-0 untuk Kaltim.
Pada laga
sebelumnya, tim Jawa Tengah (Jateng) berhasil mengamankan medali
perunggu setelah mengandaskan Papua 1-0. Striker Hari Nur menjadi
pahlawan bagi timnya setelah terjangannya pada menit ke-90 tak mampu
dihentikan penjaga gawang Papua Mario Reyaan. ● haris dasril

Tidak ada komentar:
Posting Komentar