-=Translate=-

Kamis, 20 September 2012

-=Kaltim Rebut Emas Sepak Bola PON =-

Para punggawa tim Kalimantan Timur (Kaltim) merayakan sukses merebut medali emas cabang sepak bola Pekan Olahraga Nasional XVIII/2012 setelah menumbangkan tim Sumatera Utara (Sumut) 1-0 di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Riau, tadi malam.

RUMBAI – Sejarah tercipta di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai,Riau, tadi malam.Tim Kalimantan Timur (Kaltim) untuk kali pertama merasakan medali emas cabang sepak bola Pekan Olahraga Nasional (PON) setelah menumbangkan tim Sumatera Utara (Sumut) 1-0. Final sepak bola PON XVIII/ 2012 yang ditayangkan langsung oleh GlobalTV dari Stadion Kaharuddin Nasution itu berlangsung alot.

Pertandingan harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu setelah kedua tim bermain imbang 0-0. Loudry Mailana tampil sebagai pahlawan bagi Kaltim ketika tendangan kerasnya pada menit ke-103 menjadi garansi dikalungkannya medali emas bagi punggawa Kaltim. Sukses menggondol medali emas menjadi pemupus dahaga prestasi Kaltim di cabang sepak bola PON. Sebelumnya, dalam 18 kali keterlibatan pada ajang multievent empat tahunan tersebut, baru tahun ini bisa menembus partai puncak.

Ketika menjadi tuan rumah PON empat tahun silam, Kaltim tak mampu merebut tempat terbaik. “Target sebelumnya hanya perak.Tapi seiring perjalanan waktu diubah menjadi emas dan akhirnya emas itu bisa kami raih,” papar Pelatih Kaltim Rudy Keltjees selepas laga. “Tim ini kami siapkan selama satu tahun. Hasilnya bisa kita lihat.Meski main tujuh kali dalam dua minggu,anak-anak terlihat siap,”imbuh Rudy.

Pemandangan kontras terlihat di kubu Sumut.Armada Rudi Saari begitu terpukul gagal membawa pulang medali emas. Padahal,masyarakat Sumut sudah 23 tahun tidak melihat timnya berjaya di ajang terakbar di Tanah Air ini.Terakhir Sumut meraih tempat tertinggi saat PON XII/1989 di Jakarta. Sejak kick-off, Kaltim memang lebih mendominasi permainan. Pada menit keenam, untuk pertama kali Kaltim mengancam gawang Sumut. Sayang bola yang berasal dari tendangan bebas tersebut gagal dimaksimalkan Lerby Eliandri. Menjelang pertengahan babak pertama,Sumut mulai bisa keluar dari tekanan Kaltim.

Aliran bola untuk duet Zulkifli dan Safri Koto mulai lancar. Bahkan, agresi Sumut di pertahanan Kaltim membuat lini belakang pasukan Rudy Keltjees kehilangan konsentrasi. Pemain depan Sumut leluasa berada di kotak terlarang tanpa pengawalan berarti. Pada menit ke-28, Aidun Sastra nyaris membawa Sumut unggul. Sial, sepakannya melebar ke sisi kiri gawang Dwi Yuda Putra. Selepas turun minum, Kaltim kembali mengendalikan irama permainan.

Berawal dari serangan balik,Lerby Eliandri lagi-lagi mendapatkan peluang emas. Namun, penyelesaian yang tergesa-gesa membuat bola melebar ke sisi kiri gawang Ahmad Fauzi. Hingga menit ke-90,kedudukan masih tetap 0-0. Pada babak pertama perpanjangan waktu,Kaltim terus mempertontonkan dominasinya. Kaltim yang mengandalkan serangan dengan kecepatan dan tendangan jarak jauh berbuah manis.Tendangan keras Loudry Mailana pada menit ke-103 gagal dihadang Ahmad Fauzi. Tertinggal, Sumut berambisi mengejar kedudukan. Namun seluruh upaya pemain Sumut sia-sia. Hingga peluit panjang dibunyikan,skor tetap 1-0 untuk Kaltim.

Pada laga sebelumnya, tim Jawa Tengah (Jateng) berhasil mengamankan medali perunggu setelah mengandaskan Papua 1-0. Striker Hari Nur menjadi pahlawan bagi timnya setelah terjangannya pada menit ke-90 tak mampu dihentikan penjaga gawang Papua Mario Reyaan. ● haris dasril

Tidak ada komentar:

Posting Komentar