Warga Negara Israel telah ditangkap
atas permintaan ekstradisi dari Bosnia atas dugaan keterlibatannya dalam
pembantaian massal tahun 1995 di Srebrenica.
Kementerian Kehakiman Israel
mengatakan Aleksandar Cvetkovic, seorang imigran dari bekas Yugoslavia,
telah ditangkap pada hari Selasa kemarin (18/1) dan jaksa akan meminta
persetujuan pengadilan untuk mengekstradisi Cvetkovic ke Bosnia untuk
diadili atas tuduhan melakukan genosida, Jerusalem Post melaporkan di
situsnya.
Pada bulan Agustus akhir, para
pejabat Bosnia meminta Israel untuk menangkap dan mengekstradisi
Cvetkovic atas dugaan keterlibatan dalam pembantaian di Srebrenica pada
puncak perang sipil 1992-1995 di bekas Yugoslavia.
Sebuah pernyataan dari kantor
kejaksaan negara Bosnia mengatakan Cvetkovic diduga kuat ikut ambil
bagian dalam mengeksekusi lebih dari 800 pria Muslim Bosnia dan anak
laki-laki dari Srebrenica yang dilindungi PBB.
Sesuai permintaan ekstradisi
kejaksaan, Cvetkovic dilaporkan dalam aksinya memulai penggunaan senapan
mesin M-84-dalam rangka mempercepat pembantaian.
Seorang pejabat kementerian
mengatakan ada kemungkinan dan diperkirakan proses yang panjang untuk
mengekstradisi dan mengadili Cvetkovic.
"Kalau ekstradisi disetujui, kami berharap dirinya akan akan langsung disidang," katanya.
Menurut Menteri Kehakiman
Israel, Cvetkovic pindah ke Israel pada tahun 2006 dan pernikahannya
dengan seorang wanita Yahudi, membantunya mendapatkan kewarganegaraan
Israel.
Pada bulan Juli 1995, sekitar
15.000 Muslim Bosnia yang kelaparan terpaksa melarikan diri dengan
berjalan kaki ke wilayah yang dikuasai Muslim yang relatif aman dari
Srebrenica.
Walaupun PBB telah menyatakan
Srebernica "aman" dua tahun sebelumnya, Bosnia Serbia membantai lebih
dari 8.000 pria dan anak laki-laki muslim untuk membersihkan etnis
Muslim Bosnia dari daerah tersebut.
Pada bulan Februari 2007, Mahkamah Internasional menilai bahwa kekejaman yang dilakukan di Srebrenica adalah tindakan genosida.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar